« [GE MOZAIK, Agustus 2005] – Profil Wahfir, S.Pd : Ingin Jadi PNS agar Ada Ketenangan | HomePage | [GE MOZAIK, Agustus 2005] – Budaya Tutur Harus Jadi Budaya Tulis »
17.11.2005
[GE MOZAIK, Agustus 2005] – Pengajaran Bahasa Indonesia di SD Harus Dilakukan Secara Utuh
Pengajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar (SD) harus dilakukan secara utuh. “Agar model pengajaran bahasa Indonesia secara utuh bisa muncul, guru harus menetapkan kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa. Kompetensi itu meliputi keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis,” ungkap dosen jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Dr. Lely Halimah, M.Pd., pada ujian disertasi untuk memperoleh gelar doktor ilmu kependidikan di Gedung Partere UPI, Bandung, Selasa, 9 Agustus 2005.
Dalam disertasi yang berjudul “Pengembangan Model Pembelajaran Bahasa Secara Utuh untuk Meningkatkan Kompetensi Komunikatif (Implementasi pada Kurikulum 2004 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SD)” itu, Lely menyatakan bahwa pada model pengajaran bahasa Indonesia secara utuh, siswa harus berkomunikasi secara aktif. Mereka, katanya, harus menggunakan bahasa yang komunikatif. “Guru harus melihat siswa sebagai subjek yang aktif dan kreatif. Dengan demikian, materi pengajaran yang disampaikan oleh guru bisa dipahami dan dikomunikasikan oleh mereka,” ujarnya.
Dituturkannya, dalam kondisi begitu, aktivitas berbahasa yang dilakukan siswa dilakukan dalam suasana kebahasaan yang wajar dan alami. Bahasa yang digunakannya ialah bahasa yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari sehingga, menurutnya, akan muncul kekontekstualan isi komunikasi.
Mengenai peranan guru, lanjut Lely, pengajaran bahasa Indonesia secara utuh sangat ditunjang perubahan cara mengajar yang dilakukan oleh guru. “Kebiasaan guru yang menempatkan diri sebagai sumber informasi bagi siswa, harus dihilangkan. Pada model pembelajaran itu, guru sebatas menjadi fasilitator,” ujarnya.
(Novan/Galamedia)
08:50 Posted in GE MOZAIK Agustus 2005 | Permalink | Email this
Comments
Menurut hemat saya, hal mendasar yang perlu dipahami oleh seorang guru adalah bahwa setiap siswa memiliki potensi untuk menjadi lebih cakap. Permasalahannya adalah bahwa banyak guru tidak memahami kondisi siswa tersebut.
Dalam konsep yang diperkenalkan oleh Howard Gadner tentang Kecerdasan Majemuk terlihat bahawa sesungguhnya tidak ada seorang siswapun yang tidak mampu. Semua siswa memiliki potensi untuk dikembangkan. Permasalahannya adalah bahwa guru harus mampu mengamati dan menggali setiap kecerdasan siswa yang sangat menonjol dan menjadikannya untuk memicu kecapakan baru yang harus dikuasai.
Berkenaan dengan pengajarab Bahasa Indonesia dengan berabagai macam pendekatan seperti kontekstual, pakem, komunikatif, integratif, dll., yang terpenting bagi guru adalah harus memahami siswa sebagai pribagi yang memiliki berbagai kemampuan untuk dikembangkan. salam
Posted by: Sumitro | 08.02.2006
Menurut saya, seorang guru tidak hanya mengandalkan pengalaman mereka selama ini sebagai sarana dalam pembelajaran untuk saat ini. hal ini karena saya banyak menemui guru yang masih (maaf) belum mengusai aa yang mereka samaikan di depan anak didik mereka.
Posted by: arul | 23.02.2006
Menurut saya, seorang guru tidak hanya mengandalkan pengalaman mereka selama ini sebagai sarana dalam pembelajaran untuk saat ini. hal ini karena saya banyak menemui guru yang masih (maaf) belum mengusai aa yang mereka samaikan di depan anak didik mereka.
Posted by: arul | 23.02.2006
dalam mengajar sebaiknya guru memberikan atau mengkondisikan agar pembelajaran yang dilakukan dapat bermakna dalam ariti murid tau betapa pentingnya pelajaran yang dipelajari dalam kehidupannya sehari-harinya
Semasa SMU saya berfikir apa sih gunanya menghitung kecepatan kera yang lagi bergelantungan. Nah dari sini bisa dijadikan suatu referensi, bukan? dapat dicermati dan direnungkan oleh guru
Posted by: kiki ra | 27.03.2006
Tujuan pengajaran bahasa di sekolah adalah agar para siswa lebih pandai berkomunikasi. apapun materi pengajarannya, apakah materinya pembentukan kata, menyusun kalimat, pemilihan kata dll, tujuannya sama: siswa lebih pandai berkomunikasi. Jadi, siswa harus diajarkan bagaimana berbahasa, bukan diajarkan tentang bahasa.
Posted by: iwanku | 03.11.2007
tolong kirimkan tulisan tentang "Metode efektif dalam pengajaran bahasa Indonesia di SD" yang mencakup kemampuan Berbicara, Mendengar, Menulis dan Membaca.
Terima kasih atas bantuannya...
Posted by: rani | 09.01.2008
tolong kirimkan tulisan tentang "Metode efektif dalam pengajaran bahasa Indonesia di SD" yang mencakup kemampuan Berbicara, Mendengar, Menulis dan Membaca.
Terima kasih atas bantuannya...
Posted by: rani | 09.01.2008

