« [GE MOZAIK, Agustus 2005] – Guru Bantu Dibutuhkan, tapi Dianaktirikan | HomePage | [GE MOZAIK, Agustus 2005] – Profil Wahfir, S.Pd : Ingin Jadi PNS agar Ada Ketenangan »

10.11.2005

[GE MOZAIK, Agustus 2005] – Ketika Guru Bantu Memerlukan Bantuan

Berdasarkan hati nuraninya, guru bantu merasa terpanggil untuk mengabdi pada dunia pendidikan. Mereka mempunyai perhatian khusus untuk turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, dengan penghasilan yang hanya Rp 460 ribu per bulan, guru bantu harus terbagi konsentrasinya dengan pemenuhan kebutuhan hidupnya. Mereka seakan tidak dapat bersikap survive. Tekanan hidup semakin meningkat. Hal tersebut dapat dimaklumi mengingat upah yang mereka peroleh jauh di bawah upah minimum regional yang ditetapkan.

“Penghasilan sebagai guru bantu belum memadai. Apalagi pada Bapak/Ibu guru yang sudah berumah tangga dalam mencukupi kebutuhannya sehari-hari,” ungkap Prita Purnama Sari, S.Pd., guru SMP Mekar Sari, Jakarta Timur. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya itu, selain mendapat penghasilan dari profesinya sebagai guru bantu, Prita pun mempunyai kegiatan lain, yakni memberikan les privat, membuat kue, atau menjahit baju.

Sementara Ir. Eliza Oktafiani, guru SMA Al Azhar Tanjung Barat, Jakarta Selatan mengungkapkan, selain mengajar di sekolah utamanya, dirinya juga mengajar di sekolah lain dan memberikan les privat. Begitu pun Wahfir, S.Pd., guru SD Pelita, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang selain mengajar di sekolah utamanya, juga memberikan les privat.

Tekanan hidup yang semakin meningkat tersebut seiring pula dengan belum adanya kepastian pemerintah dalam menuntaskan masalah guru bantu. Para guru bantu berharap agar pemerintah mengangkat mereka menjadi PNS. “Mudah-mudahan pemerintah mempunyai niat baik untuk memperbaiki status kami-kami guru bantu seluruh Indonesia,” harap Wahfir.

Sementara Eliza berharap agar guru bantu segera diangkat menjadi PNS. “Agar kami (guru bantu, red.) bisa memiliki ketenangan batin dan perbaikan penghasilan sehingga akan dapat berkarya lebih baik lagi dalam mendidik murid-murid kami,” ujarnya. Harapan yang sama juga dikemukakan Prita. Ita, sapaannya, berharap agar pemerintah mengangkat semua guru bantu sebagai PNS tanpa tes sedikit pun. “Padahal guru kan bukan buruh,” katanya.



Menurut Dr. Fasli Jalal, Ph.D., Dirjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Depdiknas, pada tahap awal, pemerintah akan mengangkat status guru bantu menjadi PNS melalui rekrutmen khusus. Ya, guru bantu memang memerlukan bantuan.

(Novan/Sutisno)

10:45 Posted in GE MOZAIK Agustus 2005 | Permalink | Email this

Comments

tolong berikan sarana dan prasarana yang baik bagi pendidika. kenapa gak dibuat sekolah yang gratis tapi gurunya profesional aja. biar anak Indonesi pintar semua?berikan tunjangan yang baik bagi guru maupun dosen biar siswa dan mahsiswanya gak terlantar cuma karena guru or dosennya cari nafkah ditempat lain. dengan pendidikan maka Indonesia bisa bersaing dengan negara-negara lain

Posted by: ami divani | 23.04.2006

Post a comment