« [GE MOZAIK, Juni 2005] - Dalam Penggunaan Buku Pelajaran, Guru, Siswa, dan Orang Tua Mesti Kreatif | HomePage | [GE MOZAIK, Juni 2005] – Pentingnya Buku Pelajaran dalam Proses Pembelajaran »
15.06.2005
[GE MOZAIK, Juni 2005] - Peranan Buku dalam Proses Belajar Mengajar
Oleh Koko Martono *)
Amanat Pembukaan UUD Negara RI 1945 menghendaki agar bangsa Indonesia sejahtera, cerdas, dan dapat berperan di dunia. Semua ini berkaitan erat dengan pendidikan bermutu tinggi yang sangat tergantung pada kualitas dan kuantitas buku pelajaran sebagai sumber informasi yang utama.
Dalam proses belajar mengajar, guru “menanam” informasi di benak siswa, kemudian siswa melakukan rangkaian kegiatan agar informasi tersebut tumbuh dan berkembang sehingga mencapai kompetensi yang diinginkan. Buku pelajaran berperan penting bagi guru dan siswa sebagai kendaraan untuk mencapai kompetensi tersebut. Proses belajar mengajar yang baik menghasilkan siswa yang mampu berbuat sesuatu dengan menggunakan informasi yang telah dipelajarinya. Mampu berbuat sesuatu berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya akan membentuk kompetensi seseorang.
Semua ini telah dicanangkan dalam empat pilar pembelajaran dari UNESCO pada akhir abad ke-20, yaitu learning to know (belajar untuk tahu), learning to do (belajar untuk berbuat), learning to be (belajar untuk membangun jati diri), dan learning together (belajar untuk hidup bersama secara harmonis).
Buku Pelajaran dan Peran Guru
Buku pelajaran yang berkualitas dapat menyajikan informasi yang mudah dipahami oleh pembacanya. Pengarang menjamin komunikasi tertulis dengan pembaca dengan menyajikan jaringan dan sistematika informasi di dalam bukunya. Agar buku mempunyai asas manfaat yang tinggi, pengarang juga menyajikan ketajaman dan jangkauan informasi yang dapat dipelajari melalui bukunya. Pada saat membaca buku diharapkan terjadinya jalinan komunikasi batin seakan-akan pembaca sedang berguru kepada sang pengarang. Buku yang baik memuat visi (arah), misi (pesan), konteks (kaitan), konten (isi), dan proses diri suatu informasi yang disajikan. Penyajian yang baik akan membuat siswa bermotivasi tinggi untuk menguasai informasinya.
Pada era informasi dewasa ini, siswa diharapkan dapat menangkap, menyaring, mematangkan, dan menyimpan informasi dengan cepat. Buku yang berkualitas berperan sebagai suatu kendaraan canggih untuk mencapai tujuan ini dan mengantarkan siswa sampai ke tujuan kompetensi untuk berbuat sesuatu.
Pada prinsipnya, setiap buku pasti memiliki kelebihan dan kekurangan sehingga tidak dapat memuaskan semua pembacanya. Penyajian informasi pada sebuah buku pelajaran diharapkan dapat memenuhi sebanyak mungkin aspek kegiatan proses belajar mengajar dan dapat dilakukan siswa secara mandiri.
Peran guru adalah membuat proses belajar-mengajar efektif, efisien, dan kontinu. Dalam kaitan ini, guru berperan sebagai agen informasi dan manajer dari sistem pemberdayaan siswa. Kerja sama yang harmonis antara guru dan siswa dalam kegiatan belajar akan memberikan hasil belajar yang optimal. Untuk kegiatan belajar ini tentu saja diperlukan berbagai fasilitas pendukung yang memadai sebagai katalisator proses belajar. Skenario belajar dapat dirancang bersama-sama antara guru dan siswa.
Berbagai kiat dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar ialah sebagai berikut.
• Guru mengatur kerja siswa dengan menentukan kegiatan yang dilakukan dan memberikan gambaran produk yang dihasilkan, misalnya jaringan informasi dan soal latihan.
• Guru membekali siswa dengan informasi esensial dan strategis sebagai modal awal untuk belajar.
• Siswa membaca buku dan sumber informasi lainnya untuk konfirmasi dan penajaman informasi agar siap mengerjakan tugas belajar.
• Siswa mengerjakan tugas belajar sampai menghasilkan suatu produk dengan melakukan berbagai kegiatan belajar.
• Hasil belajar siswa dijadikan bahan diskusi sebagai suatu mekanisme kontrol belajar dan umpan balik bagi proses pembelajaran.
• Berdasarkan hasil diskusi ini siswa berupaya untuk menyempurnakan produknya.
• Produk yang dihasilkan siswa dapat dituntut sampai pada bentuk what (apa informasinya), when (kapan munculnya), where (di mana munculnya), how (bagaimana menyelesaikan masalah yang terkait), why (mengapa demikian), dan who (siapa sumber atau penemunya).
Peranan Buku Pelajaran
Produk dari proses belajar dan mengajar adalah terdapatnya perubahan yang relatif permanen dari kemampuan, keterampilan sikap, dan perilaku siswa sebagai akibat dari pengalaman atau pelatihan dalam kegiatan belajar. Tuntutan perubahan beserta prosesnya inilah yang perlu ditampung dalam buku pelajaran sehingga perubahan terjadi dalam waktu yang relatif singkat sesuai dengan tuntutan jaman. Berbagai peran sentral buku pelajaran dalam memberdayakan siswa ialah sebagai berikut.
• Buku dapat ditempatkan sebagai sumber informasi serta guru sebagai agen sekaligus penjual informasi tersebut.
• Buku dapat menarik minat dan niat siswa untuk menguasai informasi dengan motivasi tinggi.
• Buku dapat berperan sebagai manajer dari kegiatan belajar siswa, dilengkapi informasi yang tingkat kesukarannya bertahap, termasuk soal latihan dan pemecahan masalah yang terkait.
• Buku dapat memenuhi tuntutan kurikulum dan memuat implementasi pesan kurikulum, bahkan dapat melebihinya.
• Buku dapat digunakan sebagai wacana untuk melatih daya nalar dan pembentukan sikap siswa dalam menghadapi perubahan dunia yang relatif cepat di era abad ke-21 ini.
• Buku dapat memuat informasi esensial dan strategis, bermanfaat sebagai alat pemecahan masalah.
• Buku dapat menyajikan informasi yang komunikatif, menarik, dan tidak membosankan.
Pemanfaatan Buku Pelajaran dan Proses Penulisannya
Buku pelajaran dapat dipandang sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan belajar yang membawa siswa sampai pada suatu kompetensi tertentu. Penumpang kendaraan ini ialah siswa, sedangkan pengemudinya ialah guru. Sebagai pengemudi, guru diharapkan dapat membawa penumpangnya sampai ke tempat tujuan dengan bergembira, nyaman, dan tidak mabok. Dalam kendaraan itu dikembangkan kesenangan belajar, perasaan, sosialitas, intelektualitas, moral, dan spiritual siswa secara optimal.
Dalam proses belajar mengajar, guru memanfaatkan buku ajar secara optimal sehingga siswa dapat meningkatkan kemampuan dirinya secara berjenjang, berkesinambungan, dan tanpa paksaan. Guru yang cerdik dapat memanfaatkan cara belajar berkelompok agar siswa mencapai kompetensi tertentu. Dengan buku pelajaran, guru membantu siswanya dengan berperan sebagai:
• Narasumber. Guru merupakan tempat siswa bertanya, yaitu menjelaskan visi, misi, konteks, konten, proses, sistematika, dan pengorganisasian informasi yang dikelolanya.
• Komunikator. Guru mengajarkan suatu informasi, yaitu menjelaskan dengan berbagai cara pendekatan serta memanfaatkan metode dan media yang tersedia.
• Fasilitator. Guru menyediakan fasilitas belajar siswa, yaitu menyusun berbagai program belajar tahap demi tahap dan membantu siswa belajar.
• Manajer. Guru mengatur kegiatan belajar siswa, yaitu mengatur kelompok belajar, kelas, laju informasi, diskusi, dan interaksi dalam proses belajar mengajar.
• Motivator. Guru memberi motivasi agar siswa giat belajar, yaitu memberi semangat dan menggerakkan siswa belajar.
• Pembelajar. Guru mengajarkan cara belajar pada siswanya, yaitu memberi petunjuk agar siswa belajar secara efektif, efisien, dan kontinu.
Agar buku pelajaran dapat dimanfaatkan secara optimal, marilah kita mengamati proses sebuah buku ditulis. Dalam benak pengarang buku, telah terbayang informasi yang mesti disampaikan dalam bentuk bahasa tulisan. Pengarang buku yang berkompeten tentu telah menguasai roh, jaringan, ketajaman, daya jangkau, dan pengorganisasian informasi yang akan ditulisnya. Proses menghasilkan buku yang berkualitas melalui beberapa tahap berikut.
• Membaca sumber informasi. Pengarang mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dengan membaca visi, misi, konteks, konten, dan prosesnya. Dari berbagai sumber ini diperoleh gaya yang cocok bagi si Pengarang untuk mengomunikasikan tulisannya. Ia dapat memilih bertutur seperti informasi yang dibacanya atau membuat variasi dan kombinasi.
• Meringkaskan informasi informasi. Pengarang menulis informasi dalam bentuk kompak (padat dan singkat) dengan mencari bagian yang esensial, yaitu dengan cara mencari informasi penting dari buku yang dibacanya. Kegiatan ini ditujukan agar diperoleh ruang gerak untuk mensintesiskan berbagai sumber sehingga muncul suatu alur cerita baru yang orisinal.
• Merancang sistematika informasi informasi. Pengarang menyajikan informasi dengan mempertajam aspek kait-mengait antarkomponen pembentuknya. Pada prinsipnya, suatu informasi akan mempunyai komponen pembentuk dan ada kelanjutannya sehingga dapat dijelaskan untuk apa dan mengapa informasi tersebut dibentuk.
• Mengorganisasikan informasi informasi. Pengarang menata informasi dalam suatu sistem jaringan dengan mengatur aspek kait-mengait antarberbagai informasi. Pengarang berpikir bagaimana memunculkan informasi dengan bobot dan kedalaman yang sama, serasi, selaras, dan seimbang, serta memperhatikan aspek horisontal dan vertikal suatu informasi.
Setelah semua aspek tadi dimasukkan dan terbayangkan dalam benak pengarang, proses selanjutnya adalah menulis informasinya dengan bahasa yang komunikatif. Pemilihan alinea, kalimat, dan kata yang akan digunakan biasanya dibongkar-pasang dan diuji-cobakan untuk kalangan calon pembaca. Tujuannya agar diperoleh buku berkualitas yang diharapkan dan dapat memuaskan sebanyak mungkin pembacanya.
*) Staf pengajar Matematika ITB dan penulis buku Matematika.
04:51 Posted in GE MOZAIK Juni 2005 | Permalink | Email this
Comments
Tolong dipelajari !
Posted by: Iwan Suyawan | 19.07.2005
informasi tentang ciri-ciri buku yang bagus untuk PBM kayaknya perlu deh uneuk dipaparkan, agar semakin bermanfaat gitu...
Posted by: annisa patria | 16.02.2006
informasi tentang ciri-ciri buku yang bagus untuk PBM kayaknya perlu deh uneuk dipaparkan, agar semakin bermanfaat gitu...
Posted by: annisa patria | 16.02.2006
informasi tentang ciri-ciri buku yang bagus untuk PBM kayaknya perlu deh uneuk dipaparkan, agar semakin bermanfaat gitu...
Posted by: annisa patria | 16.02.2006
informasi tentang ciri-ciri buku yang bagus untuk PBM kayaknya perlu deh uneuk dipaparkan, agar semakin bermanfaat gitu...
Posted by: annisa patria | 16.02.2006
buku Literatur memang sangat menunjang dalam pembelajaran kususnya KBK, tetapi alangkah indahnya apabila digabungkan dengan literatur dunia, sekaligus siswa bisa mempelajari Bahasanya (yaitu Inggris). Dengan demikian ilmunya kena juga bahasanya juga oke?
Posted by: sutriyat | 18.02.2006
assalamu alaikum
saya cuma mau minta tolong agar panduan untuk membuat karya ilmiah bisa dikirim ke email saya. atas bantuannya saya ucapkan terima kasih
Posted by: fahluzi | 22.05.2006
assalmualikum Wr.Wb
salam kenal sebelumnya, setelah membaca artikel anda, saya sangat tertarik dengan apa yang anda paparkan. saya cuma ingin sedikit menambahkan barangkali bermanfaat. sebaiknya sebelum buku ajar itu kita berikan kepada siwa didik kita (dalam hal ini guru) sebelumnya harus menilai tingkat keterbacaannya misalnya dengan menggunakan grafik fry, caranya:
*sediakan Grafik fry
*ambil seratus kata diawal, diakhir atau ditengah buku ajar sebagai sampel
*hitung jumlah kalimat dan jumlah suku
*tarik garis perpotongannya. maka akan didapatkan keterangan buku ajar tersebut cocok atau tidak untuk siswa kita
dengan demikian diharapkan, kita tidak hanya memberiakan buku ajar begitu saja tanpa peduli apakah buku itu dapat terbaca(terpahami) oleh siswa didik kita.
Terima kasih
wasalmualailum Wr.wb.
Posted by: ISTIQOMAH | 24.05.2006
no comment !!!!! welldone !!!!!!!!!!
Posted by: anjani | 03.11.2007
Saya butuh bahan skripsi tentang peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, apa saya bisa di bantu?
Posted by: deki | 30.11.2007
menanggapi "Saya butuh bahan skripsi tentang peran guru dalam menciptakan pembelajaran yang efektif, apa saya bisa di bantu?" oleh deki.
secara umum dapat dicari ke www.google.com tetapi terhadap kalimat "yang efektif" tidak semua guru bisa menerapkan / menjelaskan ke murudnya, karena daya serap tidak sama.
Posted by: tri hendrawan | 07.01.2008

