18.05.2005
[GE MOZAIK, Mei 2005] - Ujung Tombak Pendidikan adalah Guru

Saya belum puas terhadap keadaan pendidikan karena tidak ada perubahan riil yang terjadi di sekolah dalam pendidikan selama pemerintahan baru.” Inilah kalimat yang terlintas dalam benak penulis ketika beberapa wartawan bertanya tentang program 100 hari pemerintah. Apa yang terjadi di kelas-kelas sekolah, sebelumnya dengan sekarang, tidak mengalami perubahan. Padahal perubahan yang sangat substansial dalam pendidikan adalah ketika perubahan itu terjadi dalam ruang-ruang kelas. Sekolah sebagai ujung tombak pelaksanaan proses pendidikan harusnya mendapatkan angin segar agar bisa berubah menjadi sekolah yang berkarakter, bukan sebagai formalitas sekolah yang hanya melakukan rutinitas senin-sabtu.
Persoalan Mendasar Pendidikan
Persoalan pendidikan secara umum, selama ini belum tersentuh dengan baik. Apa yang dimaksud dengan sukses pendidikan, masih saja ”mendewakan” ranah kognitif sehingga keberhasilan pendidikan hanya mengukur pencapaian nilai-nilai akademis saja. Padahal dalam Pasal 3 Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional secara tegas disebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Pasal tersebut secara gamblang menyebutkan bahwa berbagai potensi harus dikembangkan di sekolah, mulai dari potensi spiritual, potensi emosional, potensi sosial, serta potensi-potensi positif lainnya sehingga mereka menjadi warga negara yang diharapkan. Dengan mengacu pada pasal tersebut sebaiknya sukses pendidikan yang kemudian berimplikasi terhadap proses pembelajaran dan sistem ujiannya harus mampu mengukur peserta didik apakah ia memiliki kompetensi bertaqwa, berkepribadian matang, berilmu mutakhir dan berprestasi, mempunyai rasa kebangsaan, serta berwawasan global.
Selama pemerintahan orde baru sampai sekarang kita tidak pernah bisa membayangkan konsep manusia Indonesia seutuhnya karena pendidikan masih saja ”mencabik-cabik” keutuhan potensi manusia yang hanya difokuskan pada potensi akal/akademis saja. Hal ini bisa terlihat dari siswa-siswa yang dinyatakan lulus sekolah, yaitu mereka yang berhasil mencapai nilai akademis sesuai dengan yang ditetapkan, tanpa pernah melihat secara serius apakah siswa tersebut beriman, mempunyai kematangan emosional, mempunyai hubungan sosial yang baik sebagai bekal kehidupannya di masyarakat.
Kondisi ini ternyata berimplikasi terhadap pelaksanaan pendidikan di lapangan. Proses pendidikan kini berubah menjadi proses pengajaran. Guru setiap waktu selalu merasa dikejar-kejar kurikulum sehingga targetnya adalah bagaimana menyelesaikan beban kurikulum. Sebaliknya, jika guru sungguh-sungguh ingin mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki seorang siswa maka ia akan berhadapan dengan tuntutan nilai. Maka, tak heran jika hampir semua teori dan pemikiran baru yang berkaitan dengan perubahan pendidikan menjadi tak berlaku ketika sudah di lapangan. Jika kondisi terus menerus berjalan maka pendidikan tidak akan pernah mencapai fungsinya seperti yang diamanatkan undang-undang sistem pendidikan nasional tersebut.
Mutu Guru dan Persoalannya
Peningkatan mutu guru harus terfokus pada dua hal. Pertama, peningkatan martabat guru, secara sosial budaya dan ekonomi. Sampai detik ini profesi guru masih menjadi profesi yang kurang menyenangkan dalam kehidupan masyarakat. Status ”umar bakri” ini secara sosial budaya masih menempati kelas ke sekian dibanding profesi-profesi lainnya yang juga setingkat sarjana. Padahal, secara tidak sadar akan seperti apakah bangsa ini ke depan akan sangat ditentukan oleh kualitas guru. Semakin tinggi tingkat penghargaan yang diberikan kepada guru, maka akan semakin tinggi pula pengabdian dan dedikasi guru terhadap profesinya.
Guru tak bisa lagi dihibur dengan gelar ”pahlawan tanpa tanda jasa” yang sangat identik dengan keprihatinan. Yang dibutuhkan saat ini adalah tindakan nyata dari pemerintah yang tidak terhenti pada lahirnya sebuah kebijakan baru yang tak terimplementasikan.
Kekhawatiran muncul ketika pemerintah tidak melakukan usaha yang serius terhadap peningkatan maratabat guru, maka akan menurun pula minat dan niatan bagi mereka yang tergolong cerdas atau pandai untuk mengambil studi pada perguruan tinggi atau jurusan-jurusan yang mencetak guru. Dalam bahasa yang lebih lugas mereka tidak mau menjadi guru karena penghargaan terhadap profesi guru secara ekonomi tergolong kecil. Jika pemikiran dan opini seperti ini langgeng dalam masyarakat, maka jangan heran jika pada gilirannya yang mau menjadi guru adalah orang-orang yang tidak terlalu cerdas karena orang-orang cerdas lebih memilih profesi lain yang menurut opini masyarakat cukup menjanjikan. Bahkan, mungkin orang-orang tak terlalu cerdas pun tak berminat menjadi guru! Membuktikan kenyataan ini bukanlah pekerjaan yang terlalu sulit. Kita cukup menanyakan hal ini kepada siswa SMA khususnya yang bersekolah di SMU-SMU unggulan, jarang sekali di antara mereka yang memilih perguruan tinggi atau jurusan yang mencetak guru.
Kondisi inilah yang patut disayangkan. Memang, meningkatkan martabat guru bukanlah pekerjaan yang sederhana, akan tetapi dengan usaha yang serius, harapan tersebut akan tercapai. Tidak mungkin pendidikan di suatu negara menjadi baik tanpa guru-guru yang berkualitas dan tidak mungkin suatu negara menjadi maju tanpa pendidikan yang berkualitas. Peningkatan status sosial budaya serta ekonomi guru memang salah satunya dengan meningkatkan pendapatannya, namun juga harus dibarengi dengan transformasi sosial budaya bahwa peningkatan mutu suatu bangsa akan sangat tergantung pada kualitas gurunya sehingga ada usaha-usaha berupa reward and punishment yang proporsional dan profesional terhadap guru.
Kedua, peningkatan profesionalisme guru, melalui program yang terintegrasi, holistik, sesuai dengan hasil pemetaan mutu guru yang jelas, dan penguasaan guru terhadap teknologi informasi dan metode mutakhir pembelajaran. Dengan demikian, maka pemikiran bahwa guru identik dengan kapur, papan tulis, satpel dan buku sumber akan berubah karena guru akan sama dengan sarjana teknik atau komputer yang mahir menggunakan teknologi mutakhir dan berbahasa Inggris.
Tentu saja, pekerjaan peningkatan kualitas yang berkaitan dengan profesionalisme guru tersebut harus beriringan dengan peningkatan kesejahteraan karena keduanya bagai dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Dengan demikian, guru akan menjadi profesi yang utuh dan terhormat, bukan lagi sebagai profesi kelas dua yang identik dengan ”kekurangan” dalam konteks ekonomi dan profesionalisme.
*) Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Kepala Pengembang Pendidikan Labschool, dan Dosen Universitas Negeri Jakarta.
11:45 Posted in GE MOZAIK Mei 2005 | Permalink | Comments (20) | Email this



Comments
assalamu 'alaikum,saya mohon bantuannya saya mau buat skripsi yang berjudul peran ibu yang berprofesi sebagai guru terhadap pendidikan anak.
nah saya kesulitan dalam mencari bukunya dan bahan nya,saya mohon bantuannya,terutama bahannya dan referensinya.
sebelumnya terima kasih.mohon bantuannya
wassalam
Posted by: nurhayati | 24.06.2005
ASSALAMU'ALAIKUM,Saya mohon bantuannya saya mau buat makalah yang berjudul "permasalahan dalam kurikulum berbasis kompetensi",saya kesulitan mendapatkan bahannya dan bukunya,saya mohon bantuannya, untuk sedianya memberikan sumber, bahan,buku atau artikelnya.
sebelumnya saya ucapkan terimakasih,mengharap bantuanya.
wassalam
Posted by: N.TRIWAYATNO | 07.07.2005
guru memang sangat berjasa bagi pendidikan di indonesia namun -keberadaannya jarang di perhhatikan dalam kehidupan bermasyarakat,padahal kita menjadi pandai berkat jasa bapak dan ibu guru."Guru pahlawan tanpa tanda jasa"
Posted by: Leonardo Lebuan | 27.08.2005
tolong dong cari judul skripsi mengenai pendidikan di SMU yang berbasis kompetensi
Posted by: PERNAMA CAHYA | 18.12.2005
sebenarnya,pendidikan yang bagaimana?...atau macam apa?sehingga.....berbagai macam vonis muncul......,apakah keadaan yang lurus yang sebenarnya harus dicapai sudah terlaksana.........,pendidikan formal macam apa yang sebenarnya sedang berjalan?.........
Posted by: furqon | 28.12.2005
seharusnyaa yang di bahas bukan masalah kepentingan guru saja tapi juga sisi negatif dari guru contoh guru yang makan GAJI BUTA.
Posted by: triana | 11.01.2006
ini adalah awal aku ada di situs ini. aku mau minta tolong, buat yang dapat membantu dalam hal mencari judul skripsi dan bagaiman penyusunanya yang benar. makasih sebelumnya
Posted by: nani | 23.11.2006
saya mahasiswa semester akhir, saya ingin mengambil judul skripsi tentang "Metode Pembelajaran Pada Anak Penderita Autisma" tolong bantuannya untuk mencari buku-buku yang berkaitan dengan judul tersebut. dan alternatif judul yang ke-dua judulnya tentang "Pngaruh Motivasi Terhadap kinerja Guru" tolong yaaaaaaaaaaaaa!
Posted by: Wina | 16.12.2006
saya mahasiswa teologi semester IX, saya mau bahas judul skripsi tentang Metode pembelajaran pada anak penderita "Autisma". tolong bantu saya tentang sumber-sumbernya, dan buku-bukunya ya.. thank's
Posted by: Moanz | 30.04.2007
saya ingin bertanya dg pak arief, saya guru dan ibu dari 4 anak, single parent. anak saya kembar. Jujur saya masih kecewa, di jaman sekarang masih ada kepala sekolah yang minta uang pelicin untuk masuk sekolah anak saya, padahal jelas dia tahu sama-sama guru.Ada apakah gerangan tentang guru PNS? kenapa tidak ditindak?siapa yang salah?
Posted by: titik ermawati | 21.07.2007
ass, tlng minta di cariin judul skripsi tentang pendidikan ekonomi. mksh
Posted by: rodiah | 30.11.2007
tolong kirimkan saya judul skripsi pendidikan jurusan matematika.
Posted by: kharisma susanto | 12.12.2007
Saya mahasiswa FKIP jurusan IPS, tulong-tulong cariin judul skripsi tentang Pendidikan Ekonomi, please ya!!!!!!!!!
Posted by: aswad | 16.12.2007
saya jurusan ekonomi tolong cariin judul tentang pendidikan ekonomi, plezzz!!!
Posted by: riska | 11.02.2008
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Saya mahasiswa FKIP yang baru aja ujian skripsi dan sekarang tinggal nunggu wisuda saja. tapi banyak teman-teman seangkatan saya masih belum mendapatkan judul untuk skripsi mereka. Saya berniat untuk membantu mereka tapi saya masih belum punya topik yang akan saya angkat untuk mereka. Jadi, saya minta tolong kepada anda untuk membantu saya. tolong berikan saya gambaran topik yang bisa diangkat untuk mahasiswa FKIP Kimia. terima kasih
Posted by: Annury | 01.03.2008
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Saya mahasiswa FKIP yang baru aja ujian skripsi dan sekarang tinggal nunggu wisuda saja. tapi banyak teman-teman seangkatan saya masih belum mendapatkan judul untuk skripsi mereka. Saya berniat untuk membantu mereka tapi saya masih belum punya topik yang akan saya angkat untuk mereka. Jadi, saya minta tolong kepada anda untuk membantu saya. tolong berikan saya gambaran topik yang bisa diangkat untuk mahasiswa FKIP Kimia. terima kasih
Posted by: Annury | 01.03.2008
salam kenal tuk smua...
saya mahasiswa UNJ jurusan teknik elektronika semester akhir, saya minta tolong kepada para ahli skripsi pendidikan khususnya jurusan teknik elektronika untuk membantu saya dalam menyelesaikan perkuliahan saya. Saya uda 2 kali ditolak proposal saya karena banyak hal salah satunya kurang fokus apa yang saya teliti padahal dalam BAB I saya uda menekan apa yang saya teliti. Di forum ini mungkin ada kiranya para ahli skripsi pendidikan untuk membantu saya dalam mencari JUDUL SKRIPSI yang tepat dalam bidang saya. Tanpa mengurangi rasa hormat saya sebelumnya saya mengucapkan TERIMA KASIH kepada Forum ini yang akan membantu saya.
Posted by: yannes | 22.03.2008
saya mahasiswa jurusan elektronika UNM, saat ini saya persiapan untuk mengajukan judul skripsi,saya telah mengajukan skripsi pembuatan alat tapi ditolak karena harus skripsi dalam bentuk penelitian dibidang pendidikan. olehnya itu saya mohon kesediaan para pakar pendidikan dalam forum ini untuk membantu saya dalam MENCARI JUDUL SKRIPSI. segala rasa hormat dan terima kasih saya haturkan atas segala bantuannya.
Posted by: rustam | 21.04.2008
saya mahasiswi jurusan pend.t.busana,saya sebenarnya ingin mengajukan judul skripsi tentang penelitian, tapi sekarang harus disesuaikan dengan pendidikan, saya malah bingung harus gabunginnya gimana?mohon kesediaan pakar pendidikan dalam forum ini mau membantu saya, terima kasih atas segala bantuannya.
Posted by: N.K | 16.06.2008
Assalamu'alaikum..
tolong carikan skripsi tentang kependidikan teknik elektro. makasih..
Wassalamu;alaikum.
Posted by: rudy | 20.11.2008
Post a comment