« [GE MOZAIK, Mei 2005] - Dari Redaksi | HomePage | Ada Apa dengan Buku Pelajaran? »
16.05.2005
[GE MOZAIK, Mei 2005] - Hari Pendidikan Nasional 2005, Pemerintah Belum Sanggup Laksanakan Amanat UUD 1945
Pasal 31 Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 menyatakan bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Namun demikian, dalam perjalanan negara RI sejak proklamasi kemerdekaan, pemerintah masih belum sepenuhnya sanggup memenuhi kewajibannya dalam hal penyelenggaraan pendidikan. Hal tersebut sempat disingung pula oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional, yang dipusatkan di Sekolah Luar Biasa A Tingkat Pembina Nasional di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, 2 Mei 2005.
Menurutnya, karena masih jauh dari yang dicita-citakan, maka dalam banyak hal bangsa Indonesia masih tertinggal dari bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, tambahnya, untuk mengejar ketertinggalan itu perlu adanya sistem pendidikan nasional yang terencana, sistematis, menyeluruh, dan dilaksanakan secara berkelanjutan.
Ketidaksanggupan tersebut selama ini telah berdampak dalam banyak hal, mulai dari kurangnya jaminan terhadap guru, kurangnya subsidi pemerintah dalam pembiayaan pendidikan, hingga rendahnya pemerataan pendidikan. “Mengingat keterbatasan kemampuan negara dalam menjalankan pendidikan, pemerintah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pihak swasta untuk menyelenggarakan pendidikan,” ujarnya.

Presiden SBY pun meminta agar lembaga-lembaga swasta yang menyelenggarakan pendidikan untuk tidak menciptakan kesenjangan baru di tengah masyarakat. Lembaga swasta juga diminta tetap memegang teguh idealisme serta tidak menjadikannya sebagai lahan usaha dengan tujuan utama memperoleh keuntungan. “Penyelenggaraan pendidikan memang memerlukan biaya mahal. Namun, jangan karena alasan itu, biaya pendidikan di lembaga-lembaga pendidikan swasta kemudian berubah menjadi lahan usaha dengan tujuan
utama untuk memperoleh keuntungan,” ujarnya menambahkan.
Tema yang diusung dalam Hari Pendidikan Nasional tahun ini ialah dengan semangat Hari Pendidikan Nasional kita perkukuh persatuan dan kesatuan bangsa untuk membangun manusia Indonesia yang cerdas, berbudaya, berdaya, dan berkeadilan.
(Novan/Derry/Kompas/PR)
12:05 Posted in GE MOZAIK Mei 2005 | Permalink | Email this

